Aktivitas logistik dan rantai pasokan dunia meningkat setiap tahunnya karena pertumbuhan ekonomi dan tingginya permintaan barang dan jasa konsumen. Perkembangan rantai pasokan ini memberikan dampak yang tidak baik bagi lingkungan melalui pelepasan emisi Gas Rumah Kaca yang menyebabkan perubahan iklim. Seiring perkembangannya, perubahan iklim akan memberikan dampak besar pada aktivitas rantai pasokan. Seperti yang disampaikan McKinsey (2020) bahwa frekuensi perubahan iklim dan tingkat keparahan bahaya yang semakin meningkat dapat meningkatkan gangguan dalam rantai pasokan yang mengganggu produksi, menaikkan biaya, merugikan pendapatan perusahaan, dan menyebabkan harga atau kekurangan yang lebih tinggi bagi konsumen.
Yogyakarta, 27 Mei 2022. Bidang Kajian Manajemen Logistik dan Rantai Pasokan (MLRP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM menyelenggarakan mini webinar bertajuk “Managing Supply Planning In European Market” dengan narasumber Ibu Ovilia Marbun, S.T., S.E., M.Sc. dan moderator Bapak Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., Ph.D. melalui platform zoom webinar. Kegiatan ini sukses diselenggarakan dan dihadiri oleh 36 peserta.
Mini webinar ini merupakan bagian dari program MLRP Quarterly dan merupakan perwujudan misi pembentukan Bidang Kajian MLRP yang berkaitan dengan pelaksanaan diseminasi ilmu pengetahuan yang ada pada industri bidang MLRP yang berdampak positif bagi akademisi dan praktisi. Dalam memenuhi perannya sebagai media diseminasi ilmu pengetahuan, Bidang Kajian MLRP berusaha menyebarkan pengetahuan akademis maupun praktisi dan mempertemukannya demi meningkatkan dampak nyatanya bagi industri logistik dan rantai pasokan, khususnya di Indonesia.
Pandemi Covid-19 di Indonesia masih menjadi isu kesehatan yang masih menjadi perhatian utama pemerintah. Kompleksitas dalam penyaluran vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu solusi dalam penanganan kasus Covid-19 tidak hanya terjadi pada persyaratan fasilitas pada saat distribusi, tetapi juga menyangkut pelaku yang terlibat. Dalam mengurangi kompleksitas tersebut, dibutuhkan analisis lokasi dan dampaknya terhadap cakupan vaksinasi terutama dalam hal pandemi sehingga dapat memberikan hasil yang optimal dalam proses distribusi vaksinasi Covid-19.
Saat ini konsep bisnis dan logistik yang kompetitif sudah mulai banyak diteliti di seluruh dunia dengan ditemukan lebih dari 2 juta penelitian mengenai persaingan logistik yang kompetitif yang terdaftar pada google scholar. Pengukuran daya saing logistik pada beberapa negara yang sering digunakan adalah Logistik Performance Index (LPI) dengan melihat trade logistics dari produk. Trade logistic meliputi custom, infrastruktur, tracking & tracing, kemudahan pengiriman lintas negara, timeline, dan service quality. Beberapa Negara dengan logistic performance terbaik berdasarkan data LPI meliputi Jerman, Swedia, Belgia, Austria dan Jepang, sedangkan Indonesia berada pada peringkat 46.